Perlukah Lansia Memperhatikan Asupan Gizi?

Menjadi tua adalah kepastian, dengan seiringnya waktu, setiap orang akan mengalami proses menjadi tua. Usia tua berarti terjadi proses perubahan dalam sel-sel tubuh dengan berkurangnya fungsi-fungsi sel dalam regenerasi sel tubuh. Dengan begitu, fungsi organ tubuh sudah tidak mampu melakukan pekerjaan seperti masa mudanya.
Secara umum, Usia tua identik dengan masa lansia(lanjut usia) tapi benarkkah demikian?. Menurut WHO, Usia lansia dikategorikan ke dalam beberapa kelompok yaitu :

1. Usia pertengahan yaitu kelompok usia 45-59 tahun.
2. Lanjut Usia(elderly) yaitu kkelompok usia 60-74 tahun.
3. Lanjut Usia Tua(Old) yaitu kelompok usia 75-90 tahun.
4. Lanjut Usia Sangat Tua(Very Old) yaitu kelompok usia diatas 90 tahun.
Lansia

Pemetaan kelompok lansia penting guna mempertahankan kemampuan tubuh dalam melakukan rutinitas sehari-hari. Seiring berkurangnya kemampuan fungsi sel-sel dalam tubuh maka tidak heran akan terjadinya pembatasan aktivitas. Namun hal tersebut tidak berarti masa lansia adalah masa-masa suram yang tidak mampu mandiri apalagi berkarya. Bila adanya kesiapan menghadapi masa lansia maka lansia pun mampu mandiri.

Karakteristik Masa Lansia

Lansia

Menurut saya, ada beberapa karakter yang melekat pada masa-masa lansia, seperti :
1. Berkurangnya daya ingat yang dapat diartikan mudah lupa. Hal tersebut normal karena menurunnya fungsi regenerasi sel-sel dalam otak.
2. Lebih sensitif dalam pengertian mudah tersinggung. Normal saja karena memang tidak seimbangnya fungsi sel tubuh yang menyebabkan kesulitan dalam pengendalian emosi. Sebagai contoh seorang lansia akan memberikan respon negatif pada orang lain yang berbicara dengan volume bicara sedikit keras. 
3. Akan lebih merasa ingin di hormati. Alamiah saja karena masa lansia memang sudah mengalami berbagai pahit manisnya kehidupan.
4. Keterbatasan melakukan aktivitas yang mengandalkan fisik. Hal tersebut dikarenakan memang sel tubuh sudah lambat bahkan tidak melakukan regenerasi sel.

Asupan Gizi Pada Masa Lansia

Mengingat masa lansia adalah penurunan fungsi sel tubuh maka apa yang dikonsumsi tidak banyak mempengaruhi tubuh. Pada faktanya kita sering melihat dilingkungan sekitar bahwa masa lansia bila menkonsumsi sesuatu akan menimbulkan penyakit seperti rheumatik, asam urat atau linu persendian. Mengapa hal tersebut terjadi? tentu alasan utamanya adalah resistensi dari makanan yang di konsumsi sebelum masa lansia.
Sebaiknya sebelum memasuki masa lansia, kita memperhatikan pola hidup sehat dengan gaya hidup sehat dan pola makan sehat. Pola makan sehat adalah sebuah perencanaan tentang kebutuhan gizi sesuai dengan perkembangan usia. Tubuh memiliki batasan ketercukupan asupan gizi. Kelebihan asupan gizi akan resisten dalam tubuh dan jika terjadi penumpukkan terus menerus akan mengganggu proses metabolisme yang menyebabkan timbulnya penyakit. Misal kebutuhan asupan glukosa 100 gram per hari untuk masa remaja namun remaja tersebut kelebihan asupan glukosa dengan menkonsumsi glukosa 150 gram per hari maka kemungkinan glukosa tersebut akan meningkatkan glukosa darah dan menyebabkan gangguan hormon insulin dan terjadilah apa yang ditakutkan terjangkitnya diabetes.
So, apa saja asupan gizi yang perlu diperhatikan untuk masa lansia?. Berikut adalah kebutuhan gizi pada masa lansia yaitu :
1. Protein. Ternyata kebutuhan akan protein untuk masa lansia tidaklah berkurang namun memang daya serap tubuh akan protein berkurang. Artinya protein yang dikonsumsi akan cepat dikeluarkan dalam metabolisme tubuh seperti keluarnya keringat atau buang air kecil/besar. Dengan begitu, supaya asupan protein tetap terpenuhi ada baiknya meningkatkan konsumsi makanan yang banyak mengandung protein.
2. Lemak. Konsumsi lemak yang baik adalah 30% dari total kalori yang di butuhkan. Kelebihan konsumsi lemak akan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
3. Vitamin dan mineral. Kebutuhan Vitamin dan Mineral bagi masa lansia diperlukan untuk membantu proses metabolisme zat gizi lainnya. Pada umumnya masa lansia kekurangan asupan kalsium sehingga menyebabkan kerapuhan pada tulang.



Dapatkan Postingan Terbaru Via Email

Terpopuler

Pengembangan Konten Lewat Identifikasi Perangkat Pengunjung

Strategi Penulisan Konten Untuk Traffic Blog

5 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Membuat Blog

Fakta Seputar Halimah Yacob : Presiden Muslimah Pertama Singapura

Manfaat Fitur Layar Akhir Youtube

Fakta Seputar Halimah Yacob : Presiden Muslimah Pertama Singapura