Skip to main content

Resiko Buruk Smartphone Bagi Balita

Smartphone sudah bukan lagi gaya hidup masa kini melainkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari ibu rumah tangga, pekerja, pengusaha, pedagang sampai balita pun seringkali kita saksikan asyik memakai smartphone. Benarkah balita sudah diperbolehkan memakai smartphone?. Berangkat dari pertanyaan tersebut, saya mencari sumber bacaan tentang resiko buruk penggunaan smartphone bagi balita.
Dulu, setiap kali saya hendak dibelikan mainan selalu dilihat dulu tentang aturan peggunaan. Jika mainan tersebut tidak cocok dengan usia saya maka jangan harap akan dibelikan. Seleksi tersebut terasa menyakitka karena saya tidak mendapatkan mainan yang saya harapkan. Namun setelah dewasa baru saya menyadari bahwa itu adalah salah satu bukti sayangnya orang tua terhadap anak.
"Yu baca Fakta unik smartphone dengan gaya hidup remaja"
Kini, saya melihat sedikit dari orang tua yang peduli akan aturan penggunaan mainan. Jika anak menginginkan mainan tertentu biarpun tidak sesuai dengan usia anak maka orang tua akan segera membelikannya. Alasan sederhana adalah biar anak ga rewel, gak nangis melulu dsb. Hal seperti itu bukanlah solusi yang tepat karena pada intinya anak bisa dialihkan perhatiannya.
Lalu, bagaimana dengan penggunaan smartphone oleh balita?. Saya meyakini bahwa balita tidak seharusnya memakai smartphone dengan alasan apapun. Mengapa? dasar pemikiran saya sederhana sekali, smartphone dibuat secanggih mungkin untuk orang dengan tingkat usia dewasa.
Jika smartphone bagi orang dewasa saja sering terkena gangguan emosional bagaimana dengan balita?. Asumsi saya akan ada resiko buruk terhadap balita. Asumsi saya harus diperjelas dengan mencari sumber bacaan yang berkaitan dengan pengaruh penggunaan smartphone bagi balita. Dan akhirnya saya memiliki beberapa poin tentang resiko penggunaan smartphone bagi balita.
Poin utama tentang resiko penggunaan smartphone bagi balita adalah buruk. Berikut adalah beberapa poin yang menarik perhatian saya, yaitu :
1. Balita akan semakin aktif. Kadar aktif balita mungkin ada batasannya meskipun saya belum menemukan referensi yang pasti, namun faktanya orang biasa pun akan mampu membedakannya. 
2. Kurang mampu beradaptasi dengan lingkungan. Hal tersebut saya yakini karena penggunaan smartphone yang berlebihan oleh balita sehingga apa yang ada di otak sang anak adalah apa yang disajikan smartphone.
3. Ketergantungan pada smartphone. Gak ada smartphone balita merasa kehilangan. Smartphone seolah menjadi pilihan utama sebagai teman bermain. Padahal sejatinya masa balita adalah masa bermain dengan anak-anak seusianya.
Jika fakta dan analisa saya tentang pengaruh pemakaian smartphone bagi balita ada benarnya mungkin ada baiknya sedini mungkin dihindari penggunaan smartphone bagi balita. Jika tidak bisa ya dibatasi saja. Semoga bermanfaat.

Yu Baca!!

Artikel Populer Minggu Ini

Tidak Ada Duel Antar Tim Besar Di Pekan 1 Liga Inggris 2017/2018

Jadwal Kompetisi Liga Inggris musim 2017/2018 sudah di umumkan pada tanggal 14/6/2017. Pada pertandingan pertama awal kompetisi tidak di jadwalkan duel antar tim besar. Pertandingan liga Inggris pekan 1 musim 2017/2018 di buka dengan pertandingan antar tim yang relatif seimbang kekuatannya. Tidak ada duel antar tim besar yang di harapkan akan memberikan gebrakan pada pertandingan perdana. Meskipun tidak ada duel antar tim besar tidak berarti tidak ada pertandingan yang menarik untuk di tonton. Arsenal yang keluar dari zona empat besar musim 2016/2017 akan bertemu dengan tim yang terseok-seok di klasemen akhir Liga Inggris, Leicester City. Seperti yang kita ketahui, Leicester City adalah tim juara Liga Inggris pada musim 2015/2016. Satu musim kemudian, musim 2016/2017, Leicester City finish di luar zona Champions bahkan berada di luar 10 besar klasemen akhir Liga Inggris. Pertandingan Perdana Arsenal Vs Leicester City di Awal Kompetisi Liga Inggris Musim 2017/2018 Pertandingan Liga In…

Kriteria Video Ramah Pengiklan

Seputar Pengiklan
Penyebab Channel Di Banned
Youtube memiliki tiga lingkaran utama yaitu pemirsa, pembuat konten dan pengiklan. Ketiga lingkaran tersebut yang telah mengantarkan kesuksesan terbesar youtube dalam meraup keuntungan. Sumber keuntungan tersebut berasal dari jumlah pemirsa dan pengiklan. Pengiklan bekerja berdasarkan seberapa tepat sasaran yang di tuju. Oleh karena itu, tidak semua video masuk pada kriteria ramah pengiklan. Seorang youtubers sebagai pembuat konten yang dimonetisasi akan berharap mendapatkan kesuksesan meraup pendapatan setinggi mungkin. Tapi terkadang pada faktanya malah kebalikan; pendapatan rendah. Lalu, seorang youtubers pun akan timbul pertanyaan terkait hal tersebut. Berikut beberapa pertanyaan terkait pendapatan youtubers, yaitu :

5 Alasan Terjun Sebagai Pembuat Konten Youtube

Pembuat konten youtube atau seringkali disebut youtuber memiliki beragam alasan untuk terjun menggeluti dunia kreatif. Alasan tersebut yang mendasari seberapa lama seorang youtuber tetap eksis mengelola channel youtube. Mengelola channel youtube tidak semudah yang dibayangkan, ada banyak faktor yang harus ditekuni dengan penuh kesabaran. Jika alasan terjun sebagai pembuat konten youtube sebagai penghasilan tambahan maka kemungkinan besar akan cepat bosan dan putus asa. Hal tersebut dikarenan untuk mendapatkan penghasilan sebagai youtubers diperlukan cara dan kesabaran dalam meningkatkan viewers, subscribers dan penghasilan.

Kisah Sukses Youtuber Dengan Penghasilan Adsense Youtube Tertinggi Di Indonesia

Youtube sebagai salah satu media yang memberikan peluang kepada siapapun juga untuk mendapatkan penghasilan dari adsense youtube. Penghasilan adsense youtube menjadi penghasilan tersendiri bagi seorang
youtuber. Youtuber sukses acapkali menikmati penghasilan tinggi. Bagaimana dengan youtuber Indonesia?. Inilah kisah sukses youtuber dengan penghasilan adsense youtube tertinggi di Indonesia.